Laporan Penelitian Gerak Refleks
Bayi
1. Pendahuluan
Manusia dalam hidupnya selalu tumbuh dan berkembang.
Perkembangan tersebut meliputi salah satunya
perkembangan motorik, baik motorik halus ataupun motorik kasar.
Perkembangan motorik itu berupa gerak reflex dan gerak sadar. Gerak reflex
merupakan gerak yang terjadi tanpa disadari dan terjadi secara tiba-tiba. Pada
bayi gerak reflex tersebut sangat
penting untuk diketahui terutama oleh ibunya. Karena gerakan itu merupakan indikator
perkembangan seorang bayi, apakah ia berkembang
dengan baik atau tidak.
Pada
awalnya sebagian besar gerakan bayi dipicu oleh refleks, gerakan naluriah
sebagai tanggapan terhadap rangsangan. Banyak gerakan refleks yang penting bagi
kehidupan, seperti refleks pernafasan, proses otomatis pengosongan kandung
kemih, serta refleks usus besar dan rasa lapar untuk meminta makanan. Saat
tumbuh dan berkembang, sebagian besar tingkah laku bayi mulai
dapatdikendalikan, dan tidak lagi merupakan gerakan refleks.
Gerak refleks pada bayi muncul pada periode-periode tertentu
dan akan menghilang dengan sendirinya pada periode tertentu juga sesuai dengna
usia si bayi.Seiring dengan perkembangan waktu gerak refleks ini akan berganti dengan gerak motorik kasar. Perkembangangerak reflex pada bayi tidak
selalu sama antara satu bayi dengan bayi yang lain. Salah satu faktor yang
mempengaruhinya adalah rangsangan.
Pada dasarnya pekembangan anak itu sangat penting apalagi
perkembangan bayi. Sebisanya orang tua harus memperhatikan pertumbuhan dan
perkembangan bayi. Karena pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan bayi
sangatlah cepat. Kebanyakan bayi memiliki panjang 20 inci dan berat 7,5 pon
pada kelahirannya dan akan turun 5-7% pada minggu pertama. Setelah bayi dapat
menyesuaikan diri bayi akan tumbuh sangat pesat. Setiap minggunya bayi dapat
bertambah beratnya 5-6 ons tetapi tidak semua bayi dapat bertumbuh seperti itu.
2. Kajian
Teori
Dalam
melakukan penelitian ini kami merujuk pada teori gerak refleks bayi sebagai berikut:
1.
Refleks menghisap (sucking reflex) Bayi akan melakukan gerakan
menghisap ketika Anda menyentuhkan puting susu ke ujung mulut bayi. Refleks
menghisapterjadi ketika bayi yang baru lahir secara otomatis menghisap benda
yang ditempatkan di mulut mereka. Refleks menghisap memudahkan bayi yang baru
lahir untuk memperoleh makanan sebelum mereka mengasosiasikan puting susu
dengan makanan. Menghisap adalah refleks yang sangat penting pada bayi. Refleks
ini merupakan rute bayi menuju pengenalan akan makanan. Kemampuan menghisap
bayi yang baru lahir berbeda beda. Sebagian bayi yang baru lahir menghisap
dengan efisien dan bertenaga untuk memperoleh susu, sementara bayi bayi lain
tidak begitu terampil dan kelelahan bahkan sebelum mereka kenyang. Kebanyakan
bayi yang baru lahir memerlukan waktu beberapa minggu untuk mengembangkan suatu
gaya menghisap yang dikoordinasikan dengan cara ibu memegang bayi, cara susu
keluar dari botol atau payudara, serta dengan kecepatan dan temperamen bayi
waktu menghisap. Refleks menghisap adalah suatu contoh refleks yang muncul saat
lahir dan kemudian akan menghilang seiring dengan usia bayi.
2.
Refleks menggenggam (palmar grasp reflex) Grasping Refleks adalah refleks
gerakan jari-jari tangan mencengkram benda-benda yang disentuhkan ke bayi, indikasi
syafar berkembang normal – hilang setelah 3-4 bulan Bayi akan otomatis
menggenggam jari ketika Anda menyodorkan jari telunjuk kepadanya. Reflek
menggenggam tejadi ketika sesuatu menyentuh telapak tangan bayi. Bayi akan
merespons dengan cara menggenggamnya kuat kuat. Pada akhir bulan ketika,
refleks menggenggam berkurang dan bayi memperlihatkan suatu genggaman yang
lebih spontan, yang sering dihasilkan dari rangasangan visual. Misalnya, ketika
bayi melihat suatu gerakan yang berputar diatas tempat tidurnya, ia akan meraih
dan mencoba menggenggamnya. Ketika perkembangan motoriknya semakin lancar, bayi
akan menggenggam benda benda, menggunakannya secara hati hati, dan mengamati
benda benda tersebut.
3.
Refleks leher (tonic neck reflex) Akan terjadi peningkatan kekuatan
otot (tonus) pada lengan dan tungkai sisi ketika bayi Anda menoleh ke salah
satu sisi.
4.
Refleks mencari (rooting reflex) Rooting refleks terjadi ketika pipi
bayi diusap (dibelai) atau di sentuh bagian pinggir mulutnya. Sebagai respons,
bayi itu memalingkan kepalanya ke arah benda yang menyentuhnya, dalam upaya
menemukan sesuatu yang dapat dihisap. Refleks menghisap dan mencari menghilang
setelah bayi berusia sekitar 3 hingga 4 bulan. Refleks digantikan dengan makan
secara sukarela. Refleks menghisap dan mencari adalah upaya untuk
mempertahankan hidup bagi bayi mamalia atau binatang menyusui yang baru lahir,
karena dengan begitu dia dapat menemukan susu ibu untuk memperoleh makanan.
5.
Refleks moro (moro reflex) Releks Moro adalah suatu respon
tiba tiba pada bayi yang baru lahir yang terjadi akibat suara atau gerakan yang
mengejutkan. Ketika dikagetkan, bayi yang baru lahir itu melengkungkan
punggungnya, melemparkan kepalanya kebelakang, dan merentangkan tangan dan
kakinya. Refleks ini berbeda dengan refleks lainnya yang termasuk dalam
ketegori gerakan motor. Refleks moro adalah peninggalan nenek moyang primate
kita dan refleks ini merupakan upaya untuk mempertahankan hidup. Refleks ini
merupakan keadaan yang normal bagi semua bayi yang baru lahir, juga cenderung
menghilang pada usia 3 hingga 4 bulan. Sentuhan yang lembut pada setiap bagian
tubuh bayi akan menenangkan bayi yang sempat terkejut. Memegang lengan bayi
yang dilenturkan pada bahu akan menenangkan bayi. Menurut para ahli, refleks
moro ini termasuk reaksi emosional yang timbul dari kemauan atau kesadaran bayi
dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu yg singkat. Refleks moro ini
timbul ketika bayi dikejutkan secara tiba-tiba atau mendengar suara yang keras.
Bayi melakukan gerakan refleks dengan melengkungkan punggungnya dan
mendongakkan kepalanya ke arah belakang. Bersamaan dengan gerakan tersebut,
kaki dan tangan bayi digerakkan ke depan. Reaksi yang berlangsung sesaat ini
pada umumnya diiringi dengan tangisan yang keras.
6.
Babinski Reflex . Refleks primitif pada bayi berupa gerakan jari-jari
mencengkram ketika bagian bawah kaki diusap, indikasi syaraf berkembang dengan
normal. Hilang di usia 4 bulan.
7.
Swallowing Reflex adalah refleks gerakan menelan benda-benda yang didekatkan
ke mulut, memungkinkan bayi memasukkan makanan ada secara permainan tapi
berubah sesuai pengalaman
8.
Breathing Reflex Refleks gerakan seperti menghirup dan menghembuskan nafas
secara berulang-ulang – fungsi : menyediakan O2 dan membuang CO2
– permanen dalam kehidupan
9.
Eyeblink Reflex Refleks gerakan seperti menutup dan mengejapkan mata –
fungsi : melingdungi mata dari cahaya dan benda-benda asing – permanen dalam
kehidupan Jika bayi terkena sinar atau hembusan angin, matanya akan menutup atau
dia akan mengerjapkan matanya.
10. Puppilary
Reflex Rekleks gerakan menyempitkan pupil
mata terhadap cahaya terang, membesarkan pupil mata terhadap lingkungan gelap.
– fungsi : melindungi dari cahaya terang, menyesuaikan terhadap suasana gelap
11. Refleks
tonic neck Disebut
juga posisi menengadah, muncul pada usia satu bulan danakan menghilang pada
sekitar usia lima bulan. Saat kepala bayi digerakkan kesamping, lengan pada
sisi tersebut akan lurus dan lengan yang berlawananakan menekuk (kadang-kadang
pergerakan akan sangat halus atau lemah).Jika bayi baru lahir tidak mampu untuk
melakukan posisi ini atau jika reflek initerus menetap hingga lewat usia 6
bulan, bayi dimungkinkan mengalami gangguan pada neuron motorik atas.
Berdasarkan penelitian, reflek tonickneck merupakan suatu tanda awal koordinasi
mata dan kepala bayi yang akan menyiapkan bayi untuk mencapai gerak sadar.
12. Refleks
tonic Labyrinthine / labirin
Pada posisi telentang, reflek ini dapat diamati dengan menggangkat tungkai bayi
beberapa saat lalu dilepaskan. Tungkai yang diangkat akan bertahan sesaat,
kemudian jatuh. Hilang pada usia 6 bulan.
13. Refleks
merangkak (crawling)
Jika ibu atau seseorang menelungkupkan bayi baru lahir, ia membentuk posisi
merangkak karena saat di dalam rahim kakinya tertekuk kearah tubuhnya.
14. Refleks
berjalan dan melangkah (stepping) Jika ibu atau seseorang menggendong bayi dengan posisi
berdiri dan telapak kakinya menyentuh permukaan yang keras, ibu/orang tersebut
akan melihat refleks berjalan, yaitu gerakan kaki seperti melangkah ke depan.
Jika tulang keringnya menyentuh sesuatu, ia akan mengangkat kakinya seperti akan
melangkahi benda tersebut. Refleks berjalan ini akan hilang dan berbeda dengan
gerakan berjalan normal, yang ia kuasai beberapa bulan berikutnya. Menurun
setelah 1 minggu dan akan lenyap sekitar 2 bulan.
15. Refleks
yawning, Yakni refleks seperti menjerit
kalau ia merasa lapar, biasanya kemudian disertai dengan tangisan. Reflek
Plantar Reflek ini juga disebut reflek plantar grasp, muncul sejak lahir
danberlangsung hingga sekitar satu tahun kelahiran. Reflek plantar ini
dapatdiperiksa dengan menggosokkan sesuatu di telapan kakinya, maka jari-jari kakinya
akan melekuk secara erat.
16. Reflek
Swimming, Refleks
ini ditunjukkan pada saat bayi diletakkan di kolam yang berisi air, ia akan
mulai mengayuh dan menendang seperti gerakan berenang. Reflek ini akan
menghilang pada usia empat sampai enam bulan. Refleks ini berfungsi untuk
membantu bayi bertahan jika ia tenggelam. Meskipun bayi akan mulai mengayuh dan
menendang seperti berenang, namun meletakkan bayi di air sangat berisiko. Bayi
akan menelan banyak air pada saat itu.
3. Metodologi
Penelitian
1. Wawancara
Dilakukan dengan cara
mewawancarai orangtua bayi untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan gerak
refleks bayi.
2. Observasi
Dilakukan dengan
mengamati secara langsung gerak refleks bayi di rumah orang tua bayi.
4. Hasil
Penelitian
a. Subjek
Nama : Afika
Tanggal Lahir : 25 Maret 2013
Nama Orang Tua
Aya : Bpk. Dono
Ibu : Ibu Dwi
Alamat :
b. Waktu : 14-15 September 2013
c. Tabel
|
No
|
Jenis
Gerakan
|
Keterangan
|
|
|
Ada
|
Tidak
Ada
|
||
|
1.
|
Refleks
menghisap (sucking reflex)
|
√
|
|
|
2.
|
Refleks
menggenggam (palmar grasp reflex)
|
√
|
|
|
3.
|
Refleks
leher (tonic neck reflex)
|
√
|
|
|
4.
|
Refleks
mencari (rooting reflex)
|
√
|
|
|
5.
|
Refleks
moro (moro reflex)
|
√
|
|
|
6.
|
Babinski
Reflex
|
√
|
|
|
7.
|
Swallowing
Reflex
|
√
|
|
|
8.
|
Breathing
Reflex
|
√
|
|
|
9.
|
Eyeblink
Reflex
|
√
|
|
|
10.
|
Puppilary
Reflex
|
√
|
|
|
11.
|
Refleks
tonic neck
|
√
|
|
|
12.
|
Refleks
tonic Labyrinthine / labirin
|
√
|
|
|
13.
|
Refleks
merangkak (crawling)
|
√
|
|
|
14.
|
Refleks
berjalan dan melangkah (stepping)
|
√
|
|
|
15.
|
Refleks
yawning
|
√
|
|
|
16.
|
Reflek
Swimming
|
√
|
|
5. Kesimpulan
Bayi
yang kita amati perkembangannya cukup baik karena kita menemukan semua gerak
refleks yang terjadi pada bayi. Dan
pertumbuhan fisiknya juga normal separti bayi pada umumnya.