Senin, 23 September 2013

Laporan Psikologi Perkembangan Rerak Refleks Bayi Usia 0 - 6 Bulan



Laporan Penelitian Gerak Refleks Bayi
1.      Pendahuluan
Manusia dalam hidupnya selalu tumbuh dan berkembang. Perkembangan tersebut meliputi salah satunya  perkembangan motorik, baik motorik halus ataupun motorik kasar. Perkembangan motorik itu berupa gerak reflex dan gerak sadar. Gerak reflex merupakan gerak yang terjadi tanpa disadari dan terjadi secara tiba-tiba. Pada bayi gerak reflex  tersebut sangat penting untuk diketahui terutama oleh ibunya. Karena gerakan itu merupakan indikator perkembangan seorang bayi, apakah ia berkembang  dengan baik atau tidak.
Pada awalnya sebagian besar gerakan bayi dipicu oleh refleks, gerakan naluriah sebagai tanggapan terhadap rangsangan. Banyak gerakan refleks yang penting bagi kehidupan, seperti refleks pernafasan, proses otomatis pengosongan kandung kemih, serta refleks usus besar dan rasa lapar untuk meminta makanan. Saat tumbuh dan berkembang, sebagian besar tingkah laku bayi mulai dapatdikendalikan, dan tidak lagi merupakan gerakan refleks.
Gerak refleks  pada bayi muncul pada periode-periode tertentu dan akan menghilang dengan sendirinya pada periode tertentu juga sesuai dengna usia si bayi.Seiring dengan perkembangan waktu gerak refleks  ini akan berganti dengan gerak motorik kasar.  Perkembangangerak reflex pada bayi tidak selalu sama antara satu bayi dengan bayi yang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah rangsangan.
Pada dasarnya  pekembangan anak itu sangat penting apalagi perkembangan bayi. Sebisanya orang tua harus memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Karena pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan bayi sangatlah cepat. Kebanyakan bayi memiliki panjang 20 inci dan berat 7,5 pon pada kelahirannya dan akan turun 5-7% pada minggu pertama. Setelah bayi dapat menyesuaikan diri bayi akan tumbuh sangat pesat. Setiap minggunya bayi dapat bertambah beratnya 5-6 ons tetapi tidak semua bayi dapat bertumbuh seperti itu.
2.      Kajian Teori
Dalam melakukan penelitian ini kami merujuk pada teori gerak refleks  bayi sebagai berikut:
1.         Refleks menghisap (sucking reflex) Bayi akan melakukan gerakan menghisap ketika Anda menyentuhkan puting susu ke ujung mulut bayi. Refleks menghisapterjadi ketika bayi yang baru lahir secara otomatis menghisap benda yang ditempatkan di mulut mereka. Refleks menghisap memudahkan bayi yang baru lahir untuk memperoleh makanan sebelum mereka mengasosiasikan puting susu dengan makanan. Menghisap adalah refleks yang sangat penting pada bayi. Refleks ini merupakan rute bayi menuju pengenalan akan makanan. Kemampuan menghisap bayi yang baru lahir berbeda beda. Sebagian bayi yang baru lahir menghisap dengan efisien dan bertenaga untuk memperoleh susu, sementara bayi bayi lain tidak begitu terampil dan kelelahan bahkan sebelum mereka kenyang. Kebanyakan bayi yang baru lahir memerlukan waktu beberapa minggu untuk mengembangkan suatu gaya menghisap yang dikoordinasikan dengan cara ibu memegang bayi, cara susu keluar dari botol atau payudara, serta dengan kecepatan dan temperamen bayi waktu menghisap. Refleks menghisap adalah suatu contoh refleks yang muncul saat lahir dan kemudian akan menghilang seiring dengan usia bayi.
2.         Refleks menggenggam (palmar grasp reflex) Grasping Refleks adalah refleks gerakan jari-jari tangan mencengkram benda-benda yang disentuhkan ke bayi, indikasi syafar berkembang normal – hilang setelah 3-4 bulan Bayi akan otomatis menggenggam jari ketika Anda menyodorkan jari telunjuk kepadanya. Reflek menggenggam tejadi ketika sesuatu menyentuh telapak tangan bayi. Bayi akan merespons dengan cara menggenggamnya kuat kuat. Pada akhir bulan ketika, refleks menggenggam berkurang dan bayi memperlihatkan suatu genggaman yang lebih spontan, yang sering dihasilkan dari rangasangan visual. Misalnya, ketika bayi melihat suatu gerakan yang berputar diatas tempat tidurnya, ia akan meraih dan mencoba menggenggamnya. Ketika perkembangan motoriknya semakin lancar, bayi akan menggenggam benda benda, menggunakannya secara hati hati, dan mengamati benda benda tersebut.
3.         Refleks leher (tonic neck reflex) Akan terjadi peningkatan kekuatan otot (tonus) pada lengan dan tungkai sisi ketika bayi Anda menoleh ke salah satu sisi.
4.         Refleks mencari (rooting reflex) Rooting refleks terjadi ketika pipi bayi diusap (dibelai) atau di sentuh bagian pinggir mulutnya. Sebagai respons, bayi itu memalingkan kepalanya ke arah benda yang menyentuhnya, dalam upaya menemukan sesuatu yang dapat dihisap. Refleks menghisap dan mencari menghilang setelah bayi berusia sekitar 3 hingga 4 bulan. Refleks digantikan dengan makan secara sukarela. Refleks menghisap dan mencari adalah upaya untuk mempertahankan hidup bagi bayi mamalia atau binatang menyusui yang baru lahir, karena dengan begitu dia dapat menemukan susu ibu untuk memperoleh makanan.
5.         Refleks moro (moro reflex) Releks Moro adalah suatu respon tiba tiba pada bayi yang baru lahir yang terjadi akibat suara atau gerakan yang mengejutkan. Ketika dikagetkan, bayi yang baru lahir itu melengkungkan punggungnya, melemparkan kepalanya kebelakang, dan merentangkan tangan dan kakinya. Refleks ini berbeda dengan refleks lainnya yang termasuk dalam ketegori gerakan motor. Refleks moro adalah peninggalan nenek moyang primate kita dan refleks ini merupakan upaya untuk mempertahankan hidup. Refleks ini merupakan keadaan yang normal bagi semua bayi yang baru lahir, juga cenderung menghilang pada usia 3 hingga 4 bulan. Sentuhan yang lembut pada setiap bagian tubuh bayi akan menenangkan bayi yang sempat terkejut. Memegang lengan bayi yang dilenturkan pada bahu akan menenangkan bayi. Menurut para ahli, refleks moro ini termasuk reaksi emosional yang timbul dari kemauan atau kesadaran bayi dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu yg singkat. Refleks moro ini timbul ketika bayi dikejutkan secara tiba-tiba atau mendengar suara yang keras. Bayi melakukan gerakan refleks dengan melengkungkan punggungnya dan mendongakkan kepalanya ke arah belakang. Bersamaan dengan gerakan tersebut, kaki dan tangan bayi digerakkan ke depan. Reaksi yang berlangsung sesaat ini pada umumnya diiringi dengan tangisan yang keras.
6.         Babinski Reflex . Refleks primitif pada bayi berupa gerakan jari-jari mencengkram ketika bagian bawah kaki diusap, indikasi syaraf berkembang dengan normal. Hilang di usia 4 bulan.
7.         Swallowing Reflex adalah refleks gerakan menelan benda-benda yang didekatkan ke mulut, memungkinkan bayi memasukkan makanan ada secara permainan tapi berubah sesuai pengalaman
8.         Breathing Reflex Refleks gerakan seperti menghirup dan menghembuskan nafas secara berulang-ulang – fungsi : menyediakan O2 dan membuang CO2 – permanen dalam kehidupan
9.         Eyeblink Reflex Refleks gerakan seperti menutup dan mengejapkan mata – fungsi : melingdungi mata dari cahaya dan benda-benda asing – permanen dalam kehidupan Jika bayi terkena sinar atau hembusan angin, matanya akan menutup atau dia akan mengerjapkan matanya.
10.     Puppilary Reflex Rekleks gerakan menyempitkan pupil mata terhadap cahaya terang, membesarkan pupil mata terhadap lingkungan gelap. – fungsi : melindungi dari cahaya terang, menyesuaikan terhadap suasana gelap
11.     Refleks tonic neck Disebut juga posisi menengadah, muncul pada usia satu bulan danakan menghilang pada sekitar usia lima bulan. Saat kepala bayi digerakkan kesamping, lengan pada sisi tersebut akan lurus dan lengan yang berlawananakan menekuk (kadang-kadang pergerakan akan sangat halus atau lemah).Jika bayi baru lahir tidak mampu untuk melakukan posisi ini atau jika reflek initerus menetap hingga lewat usia 6 bulan, bayi dimungkinkan mengalami gangguan pada neuron motorik atas. Berdasarkan penelitian, reflek tonickneck merupakan suatu tanda awal koordinasi mata dan kepala bayi yang akan menyiapkan bayi untuk mencapai gerak sadar.
12.     Refleks tonic Labyrinthine / labirin Pada posisi telentang, reflek ini dapat diamati dengan menggangkat tungkai bayi beberapa saat lalu dilepaskan. Tungkai yang diangkat akan bertahan sesaat, kemudian jatuh. Hilang pada usia 6 bulan.
13.     Refleks merangkak (crawling) Jika ibu atau seseorang menelungkupkan bayi baru lahir, ia membentuk posisi merangkak karena saat di dalam rahim kakinya tertekuk kearah tubuhnya.
14.     Refleks berjalan dan melangkah (stepping) Jika ibu atau seseorang menggendong bayi dengan posisi berdiri dan telapak kakinya menyentuh permukaan yang keras, ibu/orang tersebut akan melihat refleks berjalan, yaitu gerakan kaki seperti melangkah ke depan. Jika tulang keringnya menyentuh sesuatu, ia akan mengangkat kakinya seperti akan melangkahi benda tersebut. Refleks berjalan ini akan hilang dan berbeda dengan gerakan berjalan normal, yang ia kuasai beberapa bulan berikutnya. Menurun setelah 1 minggu dan akan lenyap sekitar 2 bulan.
15.     Refleks yawning, Yakni refleks seperti menjerit kalau ia merasa lapar, biasanya kemudian disertai dengan tangisan. Reflek Plantar Reflek ini juga disebut reflek plantar grasp, muncul sejak lahir danberlangsung hingga sekitar satu tahun kelahiran. Reflek plantar ini dapatdiperiksa dengan menggosokkan sesuatu di telapan kakinya, maka jari-jari kakinya akan melekuk secara erat.
16.     Reflek Swimming, Refleks ini ditunjukkan pada saat bayi diletakkan di kolam yang berisi air, ia akan mulai mengayuh dan menendang seperti gerakan berenang. Reflek ini akan menghilang pada usia empat sampai enam bulan. Refleks ini berfungsi untuk membantu bayi bertahan jika ia tenggelam. Meskipun bayi akan mulai mengayuh dan menendang seperti berenang, namun meletakkan bayi di air sangat berisiko. Bayi akan menelan banyak air pada saat itu.

3.      Metodologi Penelitian
1.      Wawancara
Dilakukan dengan cara mewawancarai orangtua bayi untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan gerak refleks bayi.
2.      Observasi
Dilakukan dengan mengamati secara langsung gerak refleks bayi di rumah orang tua bayi.
4.      Hasil Penelitian
a.       Subjek
Nama               : Afika
Tanggal Lahir  : 25 Maret 2013
Nama Orang Tua
            Aya     : Bpk. Dono
            Ibu       : Ibu Dwi
Alamat                        :
b.      Waktu             : 14-15 September 2013
c.       Tabel
No
Jenis Gerakan
Keterangan
Ada
Tidak Ada
1.
Refleks menghisap (sucking reflex)

2.
Refleks menggenggam (palmar grasp reflex)

3.
Refleks leher (tonic neck reflex)

4.
Refleks mencari (rooting reflex)

5.
Refleks moro (moro reflex)

6.
Babinski Reflex

7.
Swallowing Reflex

8.
Breathing Reflex

9.
Eyeblink Reflex

10.
Puppilary Reflex

11.
Refleks tonic neck

12.
Refleks tonic Labyrinthine / labirin

13.
Refleks merangkak (crawling)

14.
Refleks berjalan dan melangkah (stepping)

15.
Refleks yawning

16.
Reflek Swimming

5.      Kesimpulan
Bayi yang kita amati perkembangannya cukup baik karena kita menemukan semua gerak refleks  yang terjadi pada bayi. Dan pertumbuhan fisiknya juga normal separti bayi pada umumnya.